Cerita Seks Diperkosa Oleh Teman Suamiku

0
223

Aku berasal dari kota S. Pendidikanku cukup baik, saya senantiasa berhasil bersama dengan baik di dalam tiap pelajaran, bahkan saya sanggup lulus dari perguruan tinggi bersama dengan IP yang terlampau baik. Tetapi itu semua tidak menjamin kebahagiaan, saya dididik bersama dengan pendidikan yang kolot, serius, agar saya cenderung menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun itu tidak menyulitkanku di dalam perihal perjodohan, karena banyak orang menyebutkan bahwa saya cantik, dan memiliki mata yang bundar, saya tidak terlampau menyadari apa yang mereka katakan, namun biasanya pria yang mendekatiku menyebutkan perihal serupa.

Karena itulah di dalam usia yang relatif muda, 21 th. saya berhasil mendapatkan jodoh yang baik, dia cukup kaya dan orangnya pengertian meskipun usianya jauh lebih tua dari aku, 31 tahun, maklum karena saya selama ini dibesarkan bersama dengan didikan orang tua yang otoriter agar suamiku terhitung cukup selektif karena Mama hanya memperbolehkan orang yang qualified menurutnya untuk apel ke rumahku, andaikata pria yang apel ke rumahku berkesan norak dan hanya membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama bakal mengijinkannya untuk apel lagi.

Selama sebagian tahun, pertalian kita baik-baik saja, kita dikaruniai dua orang anak, dan kita terlampau berkecukupan di bidang materi. Namun terkadang tidak seutuhnya berjalan lancar, ternyata suamiku tidak sanggup ulang memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami masalah impotensi, karena overworking. Tetapi saya senantiasa mencintainya karena dia jauh dari perselingkuhan dan dia terlampau perhatian kepadaku.

Walaupun dia telah tidak sanggup ulang memberiku kepuasan, namun saya senantiasa mencegah diri dan coba untuk tidak berselingkuh. Semuanya berjalan bersama dengan baik hingga selanjutnya mampir Roni. Dia adalah kawan usaha suamiku sejak lama, namun saya baru sekian lama sanggup bertemu dengannya, dia seusia suamiku, menurutnya dia dan suamiku berpartner sejak terasa bekerja, kita kemudian menjadi dekat karena dia orangnya humoris.

Dasar laki-laki tampaknya dia cukup tanggap bersama dengan kondisi suamiku yang tidak sanggup ulang memuaskan diriku agar selanjutnya dia bakal membawaku ke jurang kehancuran, saya sanggup merasakan matanya yang jalang andaikata melihatku, terus terang saja saya terasa risih namun tersedia sensasi birahi di dalam diriku andaikata dipandang layaknya itu, saya tidak menyadari mengapa, kemungkinan karena saya tidak pernah mendapat perlakuan layaknya itu, meskipun saat masih mojang saya membawa banyak kenalan pria.

Suatu selagi dia menelepon dari hotelnya, dia menyuruhku menjemput suamiku yang katanya minum-minum hingga mabuk, saya ingat selagi itu masih pagi betul, sebetulnya suamiku kadang lembur hingga malam sekali, agar saya tidak menyadari kapan dia pulang. Betapa bodohnya aku, saya menyadari suamiku tidak pernah minum alkohol, entah mengapa ajakan Roni layaknya hipnotis agar saya tidak ragu sama sekali.

Akhirnya saya hingga di hotel GS area Roni menginap, saya memasuki kamarnya dan bersama dengan wajah tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa ragu saya cepat-cepat masuk dan melacak suamiku, namun saat saya menyadari dia tidak tersedia tiba-tiba mulutku dibekap dari belakang, napasku sesak hingga saya pingsan, entah apa yang berjalan selanjutnya, saya terasa tersedia kegelian di dadaku, seseorang mengelus-elus dan meremas-remas anggota dadaku. Pelan-pelan saya terbangun, kulihat Roni sedang memainkan payudaraku. Oh, betapa terkejutnya aku, bahkan mendapati diriku terebah di area tidur bersama dengan hanya baju atasan yang telah terbuka dan BH-ku yang telah diakses paksa. Aku menyuruhnya melepaskanku kudorong dorong badannya namun dia tak bergeming.

Dia memegangi ke-2 tanganku dan menekuk ke-2 lenganku dan menaruhnya di samping kepalaku, agar saya praktis tidak sanggup apa-apa, genggamannya terlampau kuat, dia tertawa kecil dan menciumi ke-2 puting payudaraku, saya menolak namun entah kenapa saya terasa risih birahi. Kemudian dia memasukkan penisnya ke anggota kemaluanku, saya meringis-ringis dan berteriak, rasanya sakit sekali.

Tetapi saya sepertinya justru menginginkannya, di sedang pergumulan itu saya menyadari bahwa penis suamiku sebetulnya terlampau kecil, saya pelan-pelan merasakan kenikmatan, dasar lelaki tampaknya Roni terlampau pandai mengambil alih kesimpulan, saya pasrah terhadap kemauannya, saat dia membalikkan badanku hingga layaknya merangkak, dia terlampau agresif, namun saya sanggup mengimbanginya karena telah lama saya tidak merasakan ini. Dia ulang menusukkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku. Ahh, sebetulnya saya merasakan kenikmatan yang luar biasa yang bahkan suamiku sendiri tidak pernah memberikannya. Kemudian terasa tidak senang bersama dengan baju anggota atasku yang masih menempel, dia melepaskannya, sambil kemudian membuat posisiku layaknya duduk dipangku olehnya.

Seperti kesetanan saya secara otomatis mengikuti irama kemauannya, saat ke-2 tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik turun saya secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara teratur, dia tersenyum penuh kemenangan, terasa dia telah membuat ramalan yang jitu. Kurasakan dia ulang meremas-remas dadaku saat dia terasa saya sanggup mengambil alih inisiatif. Sungguh layaknya binatang saja aku, jalankan perihal semacam itu di pagi hari, di mana harusnya saya tersedia di rumah buat persiapan sarapan dan mengurus anak-anakku. Sempat kurasakan tak ada selembar benangpun menempel di tubuhku kalau celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas seluruhnya, tampaknya Roni tidak sempat melepasnya karena terlampau terburu nafsu.

Akhirnya dia menyuruhku mengambil alih posisi telentang ulang dan dia mengangkat dua kakiku direntangkannya ke-2 kakiku ke arah wajahnya dan dia terasa memainkan penisnya lagi, dan kurasa dia terlampau menaruh hati kepada payudaraku, karena kemudian dia mengomentari payudaraku, menurutnya keduanya indah bagaikan mangkuk. Hmm, saya sungguh menikmatinya karena suamiku sendiri tidak pernah memberi perlakuan teristimewa terhadap ke-2 payudaraku ini, paling dia hanya meremas-remasnya. Tetapi apa yang dilaksanakan Roni terlampau sungguh mengejutkan dan memuaskan diriku, dia menghisap putingku dan memainkannya layaknya dot bayi. Hanya sebentar rasanya saya mengalami orgasme, saya terasa capek sekali dan kehabisan nafas hingga selanjutnya dia terhitung hingga ke situ.

Setelah itu saya terasa terlampau marah dan menyesal kudorong Roni yang masih coba mencumbuku, kumaki dia habis-habisan. Tampaknya dia terhitung menyesal, dia tidak sanggup berkata apa-apa. Roni kemudian hanya duduk saja selagi saya sambil menangis memakai ulang semua pakaianku. Aku coba menenangkan diri, hingga kemudian Roni mengancamku untuk tidak menyebutkan perihal ini kepada suamiku, dia ulang tekankan bahwa usaha suamiku tersedia di tangannya karena dia adalah costumer mayoritas sarang burung walet suamiku. Aku membenarkannya karena suamiku pernah berkata bahwa Roni adalah koneksinya yang paling penting. Aku bingung olehnya, baru-baru ini saat dia pulang ke kotaku, dia ulang memaksaku jalankan ulang perihal serupa, bahkan dia pernah berkata bahwa suamiku telah menyerahkan diriku padanya karena dia terasa tidak sanggup ulang memuaskan diriku.

Kapankah ini bakal berakhir, dunia ini sungguh kejam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here