cerita sex, Ku Remas Kedua Buah Dada Pembantuku Yang Besar

0
221
BOKEP77.NET Cerita Sex Terpanas – Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun. Isteriku bekerja sebagai Direktur di suatu prusahaan swasta. Kehidupan rumah tanggaku harmonis dan bahagia, kehidupan seks-ku dengan isteriku tidak ada hambatan sama sekali.

cerita sex – Kami mempunyai seorang pembantu, Summy namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kita dapatkan langsung berasal dari desanya di Jawa Timur. Wajahnya biasa saja, tidak cantik termasuk tidak jelek, kulitnya bersih dan putih terawat, badannya kecil, tinggi kurang lebih 155 cm, tidak gemuk namun sangat ideal bersama postur tubuhnya, buah dadanya termasuk tidak besar, cuma sebesar nasi di Kentucky Fried Chicken

Cerita ini berawal ketika saya pulang kantor kurang lebih pukul 14:00, jauh lebih cepat berasal dari umumnya yang pukul 19:00. Anakku umumnya pulang bersama ibunya pukul 18:30, berasal dari tempat tinggal neneknya. Seperti biasanya, saya langsung mengganti celanaku bersama sarung kegemaranku yang tipis namun adem, tanpa celana dalam. Pada kala saya keluar kamar, keluar Summy sedang buat persiapan minuman untukku, segelas besar es teh manis.

cerita sex – Pada kala dia akan memberikan padaku, tiba-tiba dia tersandung karpet di depan sofa di mana saya duduk sambil membaca koran, gelas terlempar ke tempatku, dan dia terjerembab tepat di pangkuanku, kepalanya membentur keras kemaluanku yang cuma bersarung tipis. Spontan saya meringis kesakitan bersama badan yang telah basah kuyup tersiram es teh manis, dia bangun bersihkan gelas yang jatuh sambil memohon maaf yang tidak henti-hentinya.

Semula saya akan marah, namun menyaksikan wajahnya yang lugu saya jadi kasihan, sambil saya memegangi kemaluanku saya berkata, “Sudahlah nggak pa-pa, hanyalah iniku jadi pegel”, sambil menunjuk kemaluanku.

“Sum mesti gimana Pak?” tanyanya lugu.

Aku berdiri sambil bergeser kaos oblong, menyahut sambil iseng, “Ini musti diurut nih!”

“Ya, Pak nanti saya urut, namun Sum bersihin ini pernah Pak!” jawabnya.

cerita sex – Aku langsung masuk kamar, perasaanku kala itu kaget bercampur senang, karena mendengar jawaban pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama sesudah itu dia mengetuk pintu, “Pak, Mana Pak yang mesti Sum urut..” Aku langsung rebah dan membuka sarung tipisku, bersama kemaluanku yang masih lemas menggelantung. Sum menghampiri tepi daerah tidur dan duduk.

“Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya.

“Jangan.. pake tangan aja, ntar sanggup panas!” jawabku.

Lalu dia mencapai batang kemaluanku perlahan-lahan, sekonyong-konyong kemaluanku bergerak tegang, ketika dia menggenggamnya.

“Pak, kok jadi besar?” tanyanya kaget.

“Wah itu bengkaknya mesti cepet-cepet diurut. Kasih ludahmu aja biar nggak seret”, kataku sedikit tegang.

Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluanku, diludahinya ujung kemaluanku. “Ah.. kurang banyak”, bisikku bernafsu. Kemudian kuangkat pantatku, hingga ujung kemaluanku menyentuh bibirnya, “Dimasukin aja ke mulutmu, biar nggak cape ngurut, dan cepet keluar yang membuat bengkak!” perintahku seenaknya.

cerita sex – Perlahan dia memasukkan kemaluanku, kepalanya kutuntun naik turun, awalnya kemaluanku kena giginya terus, namun lama-lama bisa saja dia terbiasa bersama irama dan tusukanku. Aku menjadi nikmat sekali. “Akh.. uh.. uh.. hah..” Kulumannya jadi nikmat, ketika saya mau keluar saya bilang kepadanya, “Sum nanti jikalau saya keluar, jangan dimuntahin ya, telan aja, karena itu obat membuat kesehatan, bagus sekali membuat kamu”, bisikku. “Hepp.. ehm.. HPp”, jawabnya sambil melirikku dan terus mengulum naik turun.

Akhirnya kumuncratkan semua air maniku. “Akh.. akh.. akh.. Sum.. Sum.. enakhh..” Pada kala saya menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis merasakan cairan asing membasahi kerongkongannya, cuma saya saja yang membimbing kepalanya agar tetap tidak membebaskan kulumannya.

Setelah saya lemas baru dia membebaskan kulumannya, “Udah Pak?, apa masih sakit Pak?” tanyanya lugu, bersama muka yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan sedikit berkeringat. Aku tertegun menyaksikan Sum yang begitu menggairahkan kala itu, saya duduk menghampirinya, “Sum kamu letih ya, apa kamu mau mengetahui jikalau kamu diurut termasuk kamu sanggup seger kayak Bapak sekarang!”

“Nggak Pak, saya nggak capek, apa bener sih Pak kalo diurut kayak tadi, sanggup membuat seger? tanyanya jadi penasaran. Aku cuma menjawab bersama anggukan dan sambil mencapai pundaknya kucium keningnya, selanjutnya turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta termasuk tidak membalas. Aku merasakan keringat dinginnya menjadi keluar, ketika saya menjadi membuka kancing bajunya satu persatu, mirip sekali dia tidak berontak hingga tinggal celana dalam dan Bh-nya saja.

Tiba-tiba dia berkata, “Pak, Sum malu Pak, nanti kalo Ibu dateng gimana Pak?” tanyanya takut.

“Lho Ibu kan baru nanti jam enam, saat ini baru jam tiga, jadi kita masih sanggup membuat seger badan”, jawabku penuh nafsu. Lalu semua kubuka tanpa penutup, begitu termasuk aku, kemaluanku telah menjadi berdiri lagi.

cerita sex – Dia kurebahkan di tepi daerah tidur, selanjutnya saya berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, “Buka pelan-pelan ya, nggak pa-pa kok, saya cuma mau urut mempunyai kamu”, kataku meyakinkan, selanjutnya dia menjadi membuka pangkal pahanya, putih, bersih dan sangat sedikit bulunya yang memutari liang kewanitaannya, cenderung botak.

Dengan ketidaksabaranku, saya langsung menjilat bibir luar kewanitaannya, tanpa ampun saya jilat, sesekali saya sodokkan lidahku ke dalam, “Akh.. Pak geli.. akh.. akuhhfh..” Klitorisnya basah mengkilat, berwarna merah jambu.

Aku hisap, cuma kurang lebih 5 menit kulumat liang kewanitaannya, selanjutnya dia berteriak sambil menggeliat dan menjepit kepalaku bersama pahanya serta matanya terpejam. “Akh.. akh.. uahh..” teriakan panjang disertai mengalirnya cairan berasal dari dalam liang kewanitaannya yang langsung kujilati hingga bersih.

“Gimana Sum, enak?” tanyaku nakal. Dia mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. “Nah sekarang, jikalau kamu telah ngerti enak, kita coba ulang ya, kamu nggak usah takut!”. Kuhampiri bibirnya, kulumat bibirnya, dia menjadi memberikan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil, selanjutnya kuhisap-hisap puting susunya, dia menggelinjang, lama kucumbui dia, hingga dia menjadi rileks dan menjadi memberikan reaksi untuk membalas cumbuanku, kemaluanku telah tegang.

Kemudian kuraba liang kewanitaannya yang ternyata telah berlendir dan basah, kesempatan ini tidak kusia-siakan, kutancapkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya, dia berteriak kecil, “Aauu.. sakit Pak!”. Lalu bersama perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, “Akhh.. uuf sakit Pak..”.

cerita sex – Melihat wajahnya yang cuma meringis bersama bibir basah, kuteruskan tusukanku sambil berkata, “Ini nggak akan lama sakitnya, nanti lebih enak berasal dari yang tadi, sakitnya jangan dirasain..” tanpa menanti reaksinya kutancapkan kemaluanku, kendati dia meronta kesakitan, pada kala kemaluanku terbenam di dalam liang surganya kulihat matanya berair (mungkin menangis) namun saya telah tidak memikirkannya lagi, saya menjadi mengayunkan semua nafsuku untuk si Sum.

Hanya kurang lebih 7 menit dia tidak memberikan reaksi, namun sehabis itu saya merasakan denyutan di dalam liang kewanitaannya, kehangatan cairan liang kewanitaannya dan erangan kecil berasal dari bibirnya.

cerita sex – Aku mengetahui dia akan mencapai klimaks, ketika dia menjadi menggoyangkan pantatnya, seolah menolong kemaluanku memompa tubuhnya. Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya menjepit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit sambil mengerang,

“Pak.. Pak terus.. Pak.. Sum.. Summ..Sum.. daapet enaakhh Pak.. ahh..” mendengar erangan seperti itu saya jadi bernafsu, kupompa dia lebih cepat dan.. “Sum.. akh.. akh.. akh..” kusemprotkan semua maniku dalam liang kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang lemas. Aku lemas, dia pun lemas.

“Sum saya nikmat sekali, habis ini kamu mandi ya, terus beresin daerah tidur ini ya!”, suruhku di sedang kenikmatan yang kurasakan.

“Ya Pak”, jawabnya singkat sambil mengenakan pakaiannya kembali.

cerita sex – Ketika dia mau keluar kamar untuk mandi dia berbalik dan bertanya, “Pak.. kalo pulang siang kayak gini telephone pernah ya Pak, biar Sum sanggup mandi dulu, terus sanggup ngurutin Bapak lagi”, selanjutnya ngeloyor keluar kamar, saya masih tertegun bersama omongannya barusan, sambil menoleh ke sprei yang terdapat bercak darah perawan Sum.

Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, tiap tiap 2 hari menjelang menstruasi (datang bulannya sangat teratur), saya pulang lebih awal untuk terkait bersama pembantuku, namun nyaris tiap tiap hari di pagi hari kurang lebih pukul 5, kemaluanku tetap dikulumnya kala dia membasuh di area cuci, pada kala itu isteriku dan anak-anakku belum bangun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here