Cerita Sex Montir Cantik yang Haus Akan Seks

0
275

Selamat datang di Cerita Sex. saat ini Team Cerita sex ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Sex Montir Cantik yang Haus Akan Seks.

Cerita Sex Montir Cantik yang Haus Akan Seks
Cerita ini bermula ketika saya berlibur ke kota dimana paman saya tinggal, Salatiga. Waktu itu hari minggu, saya diajak paman beserta keluarganya untuk pergi ke sebuah daerah dekat Salatiga, yaitu Kopeng, yang terkenal dengan hawanya yang cukup dingin. Akhirnya saya, paman, bibi, dan ketiga anaknya berangkat ke Kopeng dengan menggunakan mobil saya.

Perjalanan kami saat itu cukup menyenangkan. Kami ngobrol kesana kesini tentang tempat yang akan kami datangi. Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya bahwa mobil Kijang yang saya kendarai itu bakal membuat masalah. Dan benar saja, sepuluh menit sebelum kami tiba di Kopeng, mobil itu mogok. Paman dan anak-anaknya berusaha mendorong dari belakang dengan sekuat tenaga. Sementara Bibi duduk dalam mobil itu dengan raut wajah cemas.

Seperempat jam mobil itu belum juga dapat dinyalakan mesinnya. Walaupun dibantu oleh beberapa orang tukang becak, namun si Kijang masih juga mogok. Akhirnya kami memutuskan untuk membawanya ke bengkel yang tidak jauh dari tempat itu. Sementara itu keluarga Paman akhirnya pulang kembali ke Salatiga dengan naik angkutan umum yang lewat di sana.

Mobil yang dipaksa didorong itu akhirnya sampai juga di depan bengkel. Bengkel itu disebut BENGKEL TIARA oleh penduduk setempat, menurut mereka TIARA itu singkatan dari TIDAK ADA PRIA. Setelah saya perhatikan, ternyata semua montirnya, walau berseragam montir yang berlepotan oli, adalah para wanita muda yang cantik dan seksi. Mereka terlihat ramah dan senang diajak ngobrol. Kasirnya juga seorang wanita. Jadi sama sekali tidak ada pegawai pria di sana. Hebat juga ya? Melihat kenyataan itu, pikiran iseng saya muncul.

Kebetulan mobil Kijang saya mereka tarik ke ruang dalam bengkel yang sunyi senyap dan tertutup. Dua orang montir cantik ditugaskan untuk menangani mobil itu. Saat mereka tengah memeriksa bagian depan mobil Kijang tempat mesinnya berada, dengan sengaja saya julurkan kedua tangan saya ke arah pantat mereka. Mereka sedang berdiri menunduk untuk memeriksa mesin mobil. Perlahan saya raba pantat mereka dengan pelan. Tidak ada reaksi. Karena kelihatannya mereka tidak keberatan, lalu saya remas-remas pantat mereka berdua. Nah kali ini mereka menoleh.

“Mas… tangan Mas nakal deh… kalo mau yang lebih enak, tunggu ya. Begitu kami selesai menservis mobil ini, pasti yang punya mobil akan kami servis juga. Jangan kuatir deh.., kami ahlinya dalam menservis dua-duanya. Hahaha…” ujar salah seorang montir cantik yang belakangan saya ketahui bernama Vita sambil tersenyum genit.

Saya kaget bukan kepalang. Nah ini dia yang saya cari. Jarang lho ada bengkel seperti ini. Ternyata apa yang dijanjikan Vita ditepati mereka berdua. Saat itu juga saya diajak ke lantai atas di sebuah rumah di belakang bengkel besar itu. Disana ada beberapa kamar yang dilengkapi dengan perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi yang serba modern. Begitu mewah dan mentereng tempatnya. Jauh sekali perbedaannya bila dibandingkan dengan bengkel di depannya.

Kedua cewek montir tadi, seorang lagi bernama Nurul, saat saya terperangah menatap ruangan kamar itu, tiba-tiba entah dari mana muncul dengan hanya mengenakan pakaian minim. Alamaak..! Hanya BH dan celana dalam tembus pandang yang menutupi tubuh seksi mereka. Saya tidak menyangka bahwa tubuh mereka yang tadinya terbungkus seragam montir berwarna biru muda, begitu seksi dan montok. Buah dada mereka saja begitu besar. Vita kelihatannya berpayudara 36B, dan Nurul pasti 38. BH yang menutupinya seperti tidak muat. Langsung saja si penis andalan saya mulai mengeras. Tanpa menunggu waktu lagi, saya segera membuka pakaian saya.

Setelah hampir semua baju dan celana saya terlepas, keduanya tanpa banyak bicara mendorong saya supaya jatuh telentang di atas tempat tidur. Saya pun diserbu. Saat itu hanya tinggal celana dalam yang masih melekat di tubuh saya. Vita dengan ganasnya langsung menyerang bibir dan mulut saya. Ciuman dan permainan lidahnya begitu menggebu-gebu, hampir saja saya tidak dapat bernafas dibuatnya. Nurul pun tidak kalah ganasnya. Tangannya langsung meraba-raba senjata saya dari luar celana dalam saya. Pelan tapi pasti rabaan dan remasannya itu membuat saya menggelinjang hebat. Ia pun menjilati bagian penis saya itu, terutama di bagian kepalanya.

Lalu dengan inisiatifnya sendiri, Nurul menurunkan celana dalam saya. Maka si kecil pun langsung mencuat keluar, keras, tegak, dan besar. Tangan Vita langsung mengocok-ngocok penis saya. Sementara Vita mulai terus menjilati buah zakar dan terus ke bagian pangkal penis saya. Memang penis saya tergolong besar dibandingkan ukuran rata-rata penis orang Indonesia.

Kedua montir cantik itu sekarang bergantian menjilati, mengocok, dan mengulum penis saya seperti orang kelaparan. Saya sih senang-senang saja diperlakukan seperti itu. Sementara itu dengan leluasa kedua tangan saya bergegas membuka pengait bra mereka berdua. Setelah penutup payudara mereka terbuka, tangan saya mulai sibuk meremas-remas kedua gunung kembar mereka.

Beberapa menit kemudian, Nurul mulai membuka celana dalamnya. Lalu ia mengarahkan vaginanya ke mulut saya. Oh saya mengerti. Kini gantian saya yang harus menghisap bagian liang kewanitaannya. Seumur hidup saya sebenarnya saya belum pernah melakukannya. Saya takut karena baunya yang tidak sedap. Ternyata perkiraan saya salah. Saat saya endus baunya, ternyata vagina si Nurul terasa amat wangi. Karena baunya menyenangkan, saya pun menjulurkan lidah saya ke liang kemaluannya. Lidah saya berputar-putar masuk keluar di sekitar vaginanya.

Sementara itu, Vita masih terus mengulum dan mengisap penis saya. Kemudian tanpa dikomando, ia pun melepaskan CD-nya dan langsung duduk di atas perut saya. Dengan lembut tangan kirinya meraih penis tegak saya lalu pelan-pelan dimasukkannya ke dalam liang senggamanya. “Bless… bless… bless..!” terdengar suara kulit penis saya bergesekan dengan kulit vaginanya saat ia mulai turun naik di atas tubuh saya.

Saya jadi merem melek dibuatnya. Kenikmatan yang luar biasa. Ia juga terlihat terangsang berat. Tangan kanannya memegang payudara kanannya sementara matanya terpejam dan lidahnya seperti bergerak keluar masuk dan memutar. Dari mulutnya terdengar suara erangan seorang wanita yang sedang dilanda kenikmatan hebat.

Rupanya si Nurul tidak mau kalah atau tidak dapat bagian. Ia mendekati Vita yang sedang bergerak dengan asyiknya di atas perut saya. Vita pun mengerti. Ia turun dari perut saya dan menyerahkan penis saya kepada Nurul. Dengan raut wajah terlihat senang, Nurul pun duduk di atas penis saya. Yang lebih gilanya lagi, gerakannya bukan saja naik-turun atau memutar, tapi maju mundur. Wah.., saya jadi tambah terangsang nih jadinya. Dengan sengaja saya bangkit. Lalu saya cium dan saya emut payudara kembarnya itu.

Dua puluh menit berlalu, tapi ‘pertempuran’ 2 in 1 ini belum juga akan berakhir. Setelah Nurul puas, saya segera menyuruh keduanya untuk berjongkok. Saya akan menyetubuhi mereka dengan gaya doggy style. Konon gaya inilah yang paling disukai oleh para montir wanita yang biasa bekerja di bengkel-bengkel mobil bila ngeseks. Saya mengarahkan penis saya pertama-tama ke liang kenikmatan Vita dan tanpa ampun lagi penis itu masuk seluruhnya. “Bless! Jeb! Jeb..!” Kepala Vita terlihat naik turun seirama dengan tusukan saya yang maju mundur.

Tiba-tiba saja Vita memegang bagian kepala ranjang dengan kuatnya.

“Uh..! Uh..! Uh..! Aku mau keluar, Mas..!” erangnya dengan suara tertahan.

Rupanya ia orgasme. Lalu saya pun mencabut penis saya yang basah oleh cairan kemaluannya Vita dan saya masukkan ke vagina Nurul. Vagina Nurul ternyata lebih liat dan agak sulit ditembus dibanding punyanya Vita. Mungkin Nurul jarang ngeseks, walau saya yakin betul kedua-duanya jelas-jelas sudah tidak perawan lagi.

Begitu penis saya amblas ke dalam vagina Nurul, penis saya seperti disedot dan diputar. Sambil memegang pantat Nurul yang amat besar dan putih mulus, saya terus saja maju mundur menyerang lubang kenikmatan Nurul dari belakang. Hampir saja saya ejakulasi dari tadi. Untung saja saya dapat menahannya. Saya tidak mau kalah duluan. Sepuluh menit berlalu, tapi Nurul belum juga orgasme. Maka saya baringkan dia sekali lagi, dan saya akan menusuk vaginanya dengan gaya konvensional. Seperti biasa, ia berada di bawah saya dan kedua kakinya menjepit punggung saya. Saya dapat naik turun diatas tubuhnya dengan posisi seperti segitiga siku-siku. Matanya merem melek merasakan kedahsyatan penis ajaib saya.

Permainan saya diimbangi dengan usaha saya untuk mengulum puting payudaranya yang besar dan kenyal. Ternyata dengan mengulum payudara itu, spaning saya semakin naik. Penis saya terasa semakin membesar di dalam kemaluan Nurul. Dan tiba-tiba sesuatu sepertinya akan lepas dari tubuh saya. “Crot..! Crot..! Crot..!” saya mengalami ejakulasi luar dahsyatnya. Sebanyak dua belas kali semprotan mani saya berhamburan di dalam vaginanya Nurul. Saya pun lemas di atas tubuhnya.

Saat saya sudah tertidur di atas kasur empuk itu, tanpa setahu saya Nurul dan Vita cepat-cepat mengenakan pakaiannya kembali dan kemudian pergi entah kemana. Lalu saya dengar langkah seorang pria berjalan masuk ke kamar itu. Ia mendekati ranjang dan membangunkan saya.

“Ton.., bangun, Ton..!” tangannya yang kekar terasa menggoyangkan punggung saya yang telanjang.

Saat saya membuka mata, ternyata Paman!

“Lho, Paman.., bukankah Paman tadi udah pulang bersama Bibi dan adik-adik..?”

Ia menjawab sambil mengganggukkan kepala,

“Benar Ton… kedua wanita tadi adalah pegawai-pegawai Paman sebenarnya… Mereka berdua Paman suruh men’servis’ kamu karena Paman dan Bibi tidak sempat memberimu hadiah ultahmu ke 28 bulan lalu, jadi itu hadiahnya. Dan mengenai mobil Kijang itu, Paman sengaja mengotak-atik kabel mesinnya, lalu kuajarkan kedua wanita itu untuk membetulkannya. Anggap aja kejutan ya, Van… tapi kamu puas kan sama pelayanan mereka berdua? Jangan kuatir.., selama kau berada di sini, Paman mempersilakan kamu mengencani mereka sampai kamu bosan. Kebetulan kan tiap hari mereka masuk kerja. Hehehe…”

Wah.., pengalaman tidak terlupakan nih! Memang sejak itu, selama 15 hari saya berada di Salatiga dalam rangka libur semesteran kuliah saya di Amerika, saya sepertinya tidak bosan-bosan melayani kencan seks kedua gadis seksi itu. Setiap kali kami selesai melakukannya, Vita selalu berkata,

“Mas… kami belum pernah merasakan penis yang begitu hebat dan perkasa menerobos vagina kami.., biasanya kalo tamu Pamanmu, mereka baru 1 menit udah KO! Tapi kamu kuat sekali… bisa sampai dua setengah jam… minum apa sih, Mas..?”

Setiap kali ditanya begitu, saya hanya tersenyum simpul dan menjawab, “Ada deh…” Keduanya menatap keheranan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here