Cerita Sex, Sex Bebas Dengan Gadis SPG Rokok

0
201

Cerita Sex, Sex Bebas Dengan Gadis SPG Rokok

CERITA SEX – Namaku Adi, saya mahasiswa tidak benar satu universitas swasta terkenal di jurusan pengetahuan komputer di Jakarta. Kejadian ini terjadi kala pameran di Jakarta . Malam itu malam penutupan pameran, saya bersama dengan geng-ku berkunjung ke pameran itu, di sana banyak Sales Promotion Girl ( cewek SPG ) yang cantik, seksi, dan menimbulkan nafsu, bersama dengan baju tank top ketat dan rok mini mereka tawarkan “produk” mereka supaya laku dijual ke para pengunjung, lebih-lebih laki-laki hidung belang.

Aku cuma dapat meneteskan air liur saja lihat mobil mewah dan cewek cantik yang merupakan kombinasi kenikmatan hidup bagi seorang Laki-laki sejati, maklum aja, saya belum punyai pacar dan cuma naik motor Tornado hijau butut ke universitas dan sehari-hari saya menjadi sales aksesoris HP dan jual-beli HP bekas

Aku pergi berbarengan anak-anak geng-ku, yaitu bosku, Joni, dia yang sedia kan transportasi yaitu mobil Panther. Konon kabarnya, ia pernah merampas kesucian tiga gadis kawan SMU-ku sekaligus terhadap malam yang sama kala mereka “piknik” di villa-nya di Ciater.

Memang duwit dan kekuasaan tentu akan membawa kenikmatan tersendiri bagi orang yang memilikinya. Kami satu geng merupakan kawan sejak di SMU Negeri **. kuantitas geng kita cuma berjumlah 7 orang dan seluruhnya “batangan” dengan sebutan lain tidak ada cewek-nya. Tak kusangka dari sekian banyak cewek SPG cantik, terlintas olehku Lingga, cewek bunga kelasku yang pernah “mempermainkan”-ku bersama dengan ke-2 temannya Susan dan Siska, April lalu.

Timbul tekad jahatku untuk membalas perbuatan jahatnya padaku, dikarenakan dia pula ujian Kalkulus-ku dapat nilai D. dikarenakan kala ujian dia duduk pas di depanku, dan CD-nya mencuat ke permukaan, terang saja kala ujian saya tak dapat konsentrasi dan mengerjakan soal bersama dengan benar. Dia merawat stand **** (edited). Langsung kuhampiri dia dan menanyakan kabarnya, “Hi, Kok anda ada di sini?” “Iya, sudah seminggu nih,” jawabnya santai.

Kami berbincang-bincang sebentar dan kuperkenalkan terhadap teman-temanku, mereka ngobrol, dan Joni bosku tawarkan tumpangan pulang, dikarenakan sudah lebih kurang jam 21.00, dan pameran hampir usai, maka Lingga si cewek SPG tanpa pikir panjang segera mengiyakan tawaran bosku.

Dia segera berkemas dan tidak rubah baju kembali dikarenakan katanya dia kenal bersama dengan pemilik perusahaan itu. Dia minta diantarkan ke kostnya di Jln. **** (edited) area kita berempat “bermain” dulu.

Untuk ukuran cewek SPG, busananya tergolong sopan dan tertutup, dia mengenakan kaos ketat hitam yang tertutup hingga leher dan siku, dan rok pendek hitam yang cuma 5 cm di atas lutut. Setelan warna hitamnya sangat serasi dipadupadankan bersama dengan kalung di lehernya dan smartphone digantungkan di depan dadanya.

Kami terjadi menuju mobil, entah apa yang dipikirkan Lingga si cewek SPG kala ia menerima ajakan tadi, apakah ia sudah tidak waras? Lingga duduk di bangku depan kita berdelapan masuk, dan Joni segera tancap gas menuju rumahnya, Lingga bingung, tetapi Joni bilang dia menyadari jalur pintas ke **** (edited).

Ternyata Joni sesungguhnya berhati iblis, dia membawa kita ke rukonya di bilangan Mangga Dua, sehabis itu Lingga coba berontak, tetapi kita seluruh sukses melumpuhkannya bersama dengan memegang erat pergelangan tangannya dan meremas-remas bersama dengan keras payudaranya dari arah belakang dan depan. Ia pun lemas tak berdaya seketika.

Kami memapah Lingga si cewek SPG ke kamar Joni, kebetulan orangtua Joni tengah liburan ke Lido. Joni segera mengambil Handycam-nya dan koleksi VCD porno-nya yang hampir menyamai koleksi di Glodok, dikarenakan kala SMA dia terkenal suka memborong di Glodok, menjadi dia sesungguhnya sangat berpengalaman didalam hal itu, termasuk kita seluruh juga.

Lingga masih didalam kondisi menyadari dan kita merebahkannya terlentang di ranjang Joni yang sudah banyak memakan korban para gadis tak berdosa sebelumnya. Dia sudah pasrah dan sedikit terangsang dikarenakan stimulasi kita yang dahsyat tadi di garasi sebelumnya.

Joni sudah didalam kondisi stand-by, kita melempar undian siapa yang maju duluan, mujurnya saya menang dan dapat kehormatan maju bertempur dahulu, yang lain ingin sabar mengantri giliran. Semua tentu kebagian. Sebelum mulai, Lingga minta ijin melepas kalung miliknya, dia taruh di area yang aman, dan kita merasa main seperi terhadap April lalu. Aku melucuti pakaiannya merasa dari kaos ketat hitamnya bertuliskan

“I’m **** (edited)”, kurampas HP-nya dan bra-nya yang sudah membesar dari yang dulu, lebih kurang ukuran 34B sudah familiar denganku. Kubuka kait branya, dan kurenggangkan tungkai kakinya, merasa kudodori roknya dan kutarik CD-putihnya, saat itu juga tubuhnya terlentang tanpa sehelai benang pun.

Kusodorkan penisku yang sudah siaga 1, kala Joni merekam seluruh gerakan kita tadi dan menyetel VCD porno di VCD player portable-nya untuk menaikkan gairah kita semua. Lingga si cewek SPG merasa mengulum dari kepala hingga testis, dia kelihatan suka sekali melakukannya dan keahliannya meningkat dari yang dulu.

Tanganku segera meremas-remas buah dadanya hingga ia sesak nafas. Kami lanjutkan bersama dengan ber-doggy ria, sehabis 15 menit, dikarenakan saya menyadari diri masih banyak yang ngantri dan saya sudah merasa sudi ejakulasi, menjadi kutumpahkan saja di vaginanya yang bulu kemaluannya rada pitak dikarenakan kucabuti sebagai souvenir April selanjutnya dan mempersilakan giliran selanjutnya.

Giliran sesudah itu adalah kawan sekelasku, Norman, badannya kecil dan kurus, barangkali bukan lawan yang bermakna bagi Lingga, tetapi Norman beri tambahan Lingga peluang ambil nafas dulu, dikarenakan Norman termasuk sudah kerap ML di awalnya bersama dengan pacarnya di apartemen Hotel xxx, dia sangat pandai menyesuaikan ritme dan garang, tetapi sayang cuma tahan sepanjang 2 menit saja, sama lamanya bersama dengan membuang air kecil di WC. Lingga si cewek SPG muncul kurang puas.

Kontestan selanjutnya Hendra, anak Jelambar ini kerap mengetes kemampuannya tiap tiap minggu di Kali Jodo. Badannya, anu-nya kecil, pendek, kurus tetapi bulu kemaluannya keriting, kalo diamati sekilas layaknya domba berbulu hitam. Dia cukup baik lebih-lebih kala melaksanakan tipe misionaris, muncul sekali stamina yang sudah kerap terlatih sebelumnya.

Edy segera bersiap-siap, rambut bulenya yang baru dicat sesungguhnya sama bersama dengan warna rambut Lingga, dan ternyata bulu kemaluannya termasuk dicat bule, entah salon mana yang sudi melaksanakan sarana layaknya itu. Dia tahan sepanjang kala 5 menit, itupun sudah dibantu Lingga bersama dengan tipe emansipasi-nya. Mungkin Edy perlu banyak latihan lagi. Padahal ia termasuk pengagum berat gambar porno, dikarenakan banyak sekali posternya di kamar Edy.

Yanto segera mengambil posisi layaknya kala dia menunggang RX-King kesayangannya, dia sesungguhnya sangat sayang motornya. Dia menunggangi Lingga bersama dengan kuat sekali layaknya kala ngetrek di Kemayoran, dikarenakan Yanto tiap hari melalui Kemayoran untuk ke kampusnya di Sunter. Dia dapat bertahan lebih kurang 7 menit.

Akhirnya berkunjung termasuk yang kita tunggu-tunggu yaitu Joni, giliran saya yang memegang Handycam, dia merasa bersama dengan foreplay yang sangat menjanjikan walaupun Lingga si cewek SPG muncul merasa lelah, tetapi senantiasa dicekoki penisnya sepanjang 15 cm, dimasukkan ke rongga mulut dan vaginanya yang sudah kotor dipompa bersama dengan full power, Lingga mendesah-desah dan merasa berteriak kesakitan, dikarenakan puting susunya sudah ditarik-tarik oleh tangan Joni yang sesungguhnya sangat handal sekali, dikarenakan latihan tertata dan penghayatan peran yang prima dijalankan sepanjang hampir 1/2 jam. Lingga segera lemas tak berdaya lagi.

Setelah selesai pergelaran aksi Joni tadi, kondisi hening sejenak, cuma terdengar suara erangan Lingga yang tengah orgasme untuk kesekian kalinya, entah tak termasuk berapa liter sperma yang mengenang di vaginanya dan yang sudah ditelan melalui rongga mulutnya. Lingga komplain, “Lu orang beraninya maen keroyokan, entar gua bawa temen-temen gua biar kita imbang, kita liat siapa yang dapat tahan paling lama.”

Entah berapa puluh cowok yang menjadi lawan mainnya atau barangkali termasuk cewek, dikarenakan Lingga termasuk cewek penganut hyper-biseks tulen. Kami memberinya time out untuk menge-charge battery-nya yang sudah terkuras habis. Berikutnya adalah giliran kawan sekelasku di PCM, Yosef idamkan mempertontonkan hasil pertapaannya di tidak benar satu diskotek di kawasan Mangga Besar.

Di sana reputasinya cukup dikenal para WTS sebagai “Peraba ulung”, hampir tak ada satupun WTS di area itu baik senior ataupun yang bau kencur yang belum pernah dicoba olehnya. Ia mengambil kuda-kuda dan merasa memasukkan penisnya ke rahim Lingga dan dikocok ke segala arah, naik dan turun. Lingga si cewek SPG menanggapinya bersama dengan benar-benar sekali, dari matanya terpancar kenikmatan dan dari desahannya kutahu dia sangat menikmati permainan kami.

Tampang Yosef sesungguhnya dapat menipu orang banyak, bersama dengan potongan rambut culun dan kaca mata tebal layaknya engkong-engkong, tetapi permainannya sesungguhnya sangat berpengalaman dan saya cuma merekam gerakan-gerakan tadi. Tiba-tiba tangan Lingga menegang dikarenakan tak kuasa mencegah sakit dan coba memegang sisi ranjang untuk pegangan.

Karena iseng, kutaruh penisku di atas tangannya dan kusuruh dia meremas-remas, tetapi saya menyadari kala itu tengah giliran Yosef dan dia merasa manfaatkan tipe family jenis yang tak dapat ditandingi oleh Lingga. Yosef suka sehabis men-doggy dan memaksa Lingga menelan dan menjilat spermanya baik bersama dengan bibir mulut dan bibir kemaluannya. Lingga sudah tak tahan lagi, kali ini dia baru mendapatkan lawan-lawan yang sesuai bersama dengan kemampuannya.

Lingga coba bertahan dan coba bangun berdiri, dikarenakan seluruh orang sudah mengambil gilirannya. Terdengar suara motor masuk ke didalam ruko Joni, ternyata itu adalah motor Supra Millenium milik Dody, kawan geng kita yang berprofesi sebagai sales VCD porno. Dia segera naik ke kamar Joni, dan satu hal yang tak pernah berubah darinya adalah sifat tak menyadari malunya.

Ketika lihat ada cewek telanjang kembali nganggur, tanpa ba bi bu walaupun Lingga si cewek SPG kala itu tengah coba bangkit segera dilumpuhkan bersama dengan tembakan peluru karetnya yang terkenal dahsyat. Kontan saja Lingga kembali tergeletak dan segera dipaksa melaksanakan gaya-gaya yang kerap ditontonnya berulang kali di VCD BF dagangannya itu. Herannya ia tanpa minta permisi dulu, baik terhadap kita atau terhadap Lingga, santapannya kala itu.

Saat ia menyadari Lingga sudah bekas kita dan sudah tak ada tenaga lagi, ia senantiasa pantang mundur dan tetap ML bersama dengan beraneka gayanya mengakibatkan pantat Lingga kembang kempis bersama dengan sodokan penisnya yang sangat besar, tubuh Lingga disetnya didalam posisi duduk berhadapan dan payudara Lingga diemutnya layaknya bayi tengah menyusu, cairan putih kental merasa berceceran di selangkangan Lingga, untuk kesekian kalinya ia orgasme lagi.

Dody bersama dengan baiknya sudi membersihkan cairan itu bersama dengan cara dijilat dan dihisapnya hingga area lubang kemaluan hingga tulang selangka dan pangkal paha Lingga mengkilat layaknya mobil habis dipoles, tetapi sayang sekarang menjadi penuh bersama dengan bau ludah Dody.

Karena kita tak tahan bersama dengan bau busuk itu, begitupun termasuk bersama dengan Lingga, maka ia bergegas menuju kamar mandi idamkan mencuci tubuhnya. Joni melarang pintu kamar mandi ditutup, menjadi Lingga si cewek SPG mandi bersama dengan ditonton live kita berdelapan dan direkam di Handycam.

Lingga mandi sambil masturbasi bersama dengan menggosok-gosok payudaranya dan memasukkan jari tengahnya ke vagina sambil disiram bersama dengan shower, ia mengambil posisi jongkok dan merasa kencing, baru kali ini kulihat wanita kencing pas di hadapanku, selanjutnya bulu kemaluannya menjadi tersisir rapi dibasahi oleh air pancuran yang kencang.

Untung saja seluruh perihal tadi sudah direkam olehku. Kutaruh Handycam di area yang amat mungkin untuk mengambil fokus yang baik, selanjutnya saya masuk kamar mandi bersama dengan senjata yang sudah tegak 90 derajat kembali dan sesudah itu diikuti oleh teman-temanku.

Kami mengerumuni Lingga dari 8 penjuru arah angin, ia tak berkutik dan cuma memegang pancuran, kita menggiringnya bersama dengan mengacungkan senjata kita ke tubuhnya, belahan pantatnya dan lubang vaginanya. Kami paksa Lingga muncul kamar mandi untuk melaksanakan tipe pamungkas kami.

Mungkin baru kita di dunia ini yang pernah mempraktekkan tipe ini, Lingga si cewek SPG kita telungkupkan di atas Joni, dan Joni merasa memasukkan penisnya ke lubang vaginanya, dilanjutkan bersama dengan Yanto bersama dengan tunggangan penisnya di lubang anus Lingga. Ia muncul merasa tak tahan, dan merasa berteriak-teriak. Tapi saya masukkan penisku di mulutnya, saat itu juga ia tersumpal dan tak bersuara lagi.

Dilanjutkan bersama dengan Hendra yang mengangkat tungkai kaki kiri Lingga dan Norman di kaki kanan sambil meremas areal pantat Lingga yang masih kosong. Edy menaruh tangan kiri Lingga di atas penisnya dan merasa diremas oleh Lingga, Edy membalas bersama dengan meremas payudara kiri Lingga dan Yosef termasuk melaksanakan hal yang sama tetapi ia beroperasi di area sayap kanan.

Seketika Lingga kehilangan keseimbangan. Dody naik ke atas punggung Lingga untuk merawat keseimbangan kita dan ia merasa membalut penisnya bersama dengan rambut Lingga dan bersama dengan kejamnya ia menjambak rambut Lingga hingga rontok lebih dari satu helai.

Kami bertahan sepanjang 5 menit lamanya. Setelah formasi kita runtuh, merasa sekali betapa lelahnya memperagakan tipe tersebut. Apalagi Lingga yang menjadi objek, tetapi kurasa ia menikmatinya. Kami merasa ejakulasi lagi, kali ini kita serentak menyemprotkan ke didalam rahimnya, jika nanti Lingga hingga hamil, entah siapa papa anak itu nanti.

Sebenarnya saya kasihan termasuk terhadap dia, tetapi dia bersikeras untuk melaksanakan hal itu, dan satu persatu bergiliran penis kita dibersihkan bersama dengan juluran lidahnya hingga bersih semua. Dan kita mencabuti bulu kemaluannya untuk oleh-oleh kita bikin mengenang era indah ini, tiap tiap orang dapat lebih kurang 7 helai. Hutan yang lebat tadi kita gunduli, entah kapan hutan itu di-“reboisasi” lagi.

Sudah hampir tengah malam, Lingga si cewek SPG minta diantar pulang, kali ini sangat pulang ke tempat tinggal kost-nya. Joni mempersiapkan mobil Panther dan mengantar Lingga pulang, entah apakah Joni minta tambah kembali di mobil atau barangkali di area kost-nya,

Tapi kurasa tidak, dikarenakan dia sudah sangat lelah, untuk menyetir saja, kakinya muncul gemetaran dan sempoyongan, menyadari tak akan kuat untuk ronde selanjutnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here