Guru Matematikaku Guru Seksku

0
159

Cerita Sex Guru ini berjudul ” Guru Matematikaku Guru Seks saya ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

Waktu saya kelas satu SMA ada guru matematika yang cantik dan sangat enak jika memberikan pelajaran. Namanya Asmiati umurnya dua puluh sembilan, kulitnya putih halus dan bodynya padat berisi terlebih lagi dia menikah pada usia dua puluh tujuh tapi sekarang janda karna suaminya meninggal waktu usia perkawinan mereka baru tiga bulan karna kecelakaan lalulintas.

Guru Matematika saya Guru Seks saya

Yang saya senang dari Bu Asmi adalah jika mengajar ia sering tak sadar kalau bagian atas bajunya agak terbuka sehingga tali BH pada bagian pundaknya sering terlihat oleh saya yang jika pelajarannya selalu mengambil duduk di depan dekat meja guru. BH yang dia gunakan selalu warna hitam dan itu selalu menjadi tontonan gratis saya setiap pelajarannya.

Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna akan ada rapat guru. saya agak kesal karna pelajaran kedua matematika artinya saya gak bisa ngeliat pemandangan indah hari ini, dan untuk menghilangkan suntuk saya pun pergi main ketempat kawan saya . saya masih tak tahu saya akan dapat rejeki nomplok.

Sekitar jam sembilan lewat saya pergi pulang, dan pada saat lewat sekolah saya melihat Bu Asmi sedang menunggu angkot, saya pun mengajaknya
” mari saya antar Bu ” ajak saya tanpa berharap dia mau
” tapi rumah ibu agak jauh ko ” ia mencoba menolak
” gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN ” canda saya
setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau ” iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu pernah jatuh dari motor “
” silahkan Bu ” setelah itu saya menjalnkan motor saya dengan kecepatan sedang.
Tangan Bu Asmi yang berpegangan pada paha saya menyebabkan reaksi pada penis saya , apalagi jika mengerem pada lampu merah saya merasa ada sesuatu yang empuk menekan dari belakang.

Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain saya disuruh masuk dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Asmi bicara
“ibu ganti baju dulu ya ko “
setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karna kurang rapat sehingga pintu itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang masuk kekepala saya sehingga saya memberanikan diri untuk mengintip ke dalam. Di dalam sana saya bisa melihat bagaimana Bu Asmi sedang membuka satu persatu kancing bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak langsung menanggalkan bajunya, tapi itu sudah cukup membuat napas saya membuat nafas saya memburu karna saya bisa melihat kalau sepasang dadanya yang besar seperti hendak melompat keluar. Karna terlalu asyik pintu itupun terbuka lebar. saya kaget dan hanya bisa mematung karna ketakutan. Bahkan penis saya langsung mengkerut.

Melihat saya , Bu Asmi tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah itu ia mendekati saya
” kamu sering ngeliat BH ibu kan ” tanyanya didekat telinga saya
” i..iya Bu ” jawab saya ketakutan.
” kalau gitu ibu kasih kamu hukuman ” lalu ia menarik saya dan didudukkan ditepi tempat tidur.
” sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja ” katanya dengan suara nafas yang agak memburu.
saya pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting celana sekolah saya menurunkan CDnya dan mengelus-elus penis saya dengan lembut, setelah penis saya tegak lagi dia berjongkok dan menjilatinya.
“auh.. uh.. uuh ..” rintih saya menahan kenikmatan semantara Bu Asmi sibuk dengan aktivitasnya
“ah .. mmhh.. Bu stop bu” rintih saya karna saya merasa seperti mau meledak
Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penis saya . Tubuh saya semakin mengejang dan tanpa bisa  saya  bendung lagi, muncratlah cairan putih itu dan saya langsung terduduk sambil berpegangan pada tepi ranjang.

Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis sperma saya sementara saya masih terduduk kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu Asmi lalu berdiri dan tersenyum
“gimana..lebih enak dari pada cuman liat khan..?” sambil kedua tangannya menjambak rambut saya
“iya Bu enak sekali” jawab saya mulai berani sambil ikut berdiri.
Setelah wajah kami berhadapan ia mencium saya dengan lembut, lalu membimbing saya duduk ditempat tidur. Kami berpelukan dan Asmi kembali mencium saya , lalu melumat bibir saya sementara tangannya menanggalkan seluruh pakaian saya , dengan tangkas saya mengimbangi gerakan tangan itu sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya saya telanjang bulat sementara Asmi masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak saya lepas.

Asmi melepaskan ciuman dibibir saya lalu mengarahkan kepala saya kebawah yaitu payudaranya, saya segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali saya puntir putingnya sehingga ia melenguh panjang. Puas meraba saya lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidah saya dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya hebat sekali Asmi bergoyang sambil meracau dengan kata-kata yang tak jelas. Setelah itu Asmi berdiri sehingga saya berhadapan dengan vaginanya, wangi yang baru pernah saya  cium itu membuatk saya bertambah panas sehingga  saya jilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu.

Setelah itu Asmi merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepala saya pahanya dibuka. Sehingga memudahkan saya menjilat dan memasukkan lidahk saya kedalam vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh Asmi semakin mengejang hebat
“sshh.. aahh.. terus ko” pintanya diikuti desah nafasnya.
Sekitar lima menit saya sapu vaginaya saya melepaskan dekapan pada kepala saya dan kembali mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penis saya
“masukkan ya ko udah gak tahan” katanya dengan terengah dan membimbing penis saya menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi merasakan penis semenjak suaminya meninggal.
saya merasakan kenikmatan yang kebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya.
“slep..slep..slep”  saya putar-putar didalam sambil mengikuti goyangan pantat Asmi. sambil  saya pompa bibir kami terus berperang dan tangan saya meraba dan meremas payudaranya dan sekali kali memuntir putingnya.
“uh..ah..mm..ssh..terus ko..mmh” desahnya sambil meremas pantat saya .
Penis saya terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat berdenyut memijit penis saya , tak terasa sudah sepuluh menit kami “bergoyang”.
“ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ko mmh ..” rintih Asmi terpejam.
saya pun semakin memperdalam tusukan saya dan mempercepat tempo karna juga merasakan sesuatu yang akan keluar.
“sshh..aarrgghh” jeritnya sambil mencengkram punggung saya ,
“aahh..aahh” desah saya pada saat yang bersamaan sambil mulutk saya menyedot kedua puting susunya kuat-kuat secara bergantian.
Air mani saya muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa memandikan penisku didalam vaginanya.Kami menikmati puncak orgasme sampai betul-betul habis, baru saya mencabut penis saya setelah sangat lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-pelan.

Kemudian dia menindih saya dari atas dan bertanya “gimana hukuman dari saya ko ..?”
“enak Bu hukuman terenak didunia makasih ya”
“ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan seterusnya ibu akan tumpahkan kekamu semuanya” sambil mencium saya.

Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas itu tentu saja dengan tehnik dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung berapa kali saya melakukannya sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang kesana pasti kami melakukan lagi dan lagi.

Cerita Sex Istri,Cerita Seks,Cerita Sex,Cerita Dewasa,Cersex,Cerita Ngentot,Cerita Panas,Cerita Sex ABG,Cerita Bokep,Cerita Sedarah,Cerita Tante,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex STW,Cerita Sex Pasutri,Cerita Sex Janda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here