Pacar yang masih perawan

0
508

Pacar yang masih perawan – Saat itu aku sampe dikantor aku disuruh pemimpin ku untuk fotokopi, nah beranjaklah aku ke tempat fotokopi disebelah perusahaanku tersebut. Saat sampai di tempat pemotretan itu ada pemandangan yang gak biasa aku lihat yaitu sosok gadis seksi dengan paras lumayan cantik dan tubuh yang sangat aduhai. Gadis itu adalah karyawan, pertama aku berlagak biasa saja, sedang aku ingin kenalan sama gadis itu. Setelah aku selesai ngirim ke kantor rasa penasaran siapa cewek itu sebenarnya.

Keesokannya aku kembali ke tempat itu untuk mencari kenalan gadis itu tapi dengan modus aku fotokopi. Dan tak kusangka bahwa gadis itu judes, aku mengajaknya berbicara tapi gadis itu diam saja. Kemudian timbul dalam fikiranku untuk bisa menikmati yang seksi. Beberapa hari kemudian aku menanyakan pada teman kantorku ada yang kenal dengan pegawai yang memperbaiki saya dan tidak ada hp dan pin bbm nya. Ternyata gadis itu namanya shintya, umurnya sekitar 20tahunan. lalu aku langsung invite bbm nya dan tak lama ternyata bbmku langsung diterimanya, tapi aku membiarkannya saja dulu

Aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan itu dan aku akan menggodanya dengan bbm dan membayangkan tidak bisa mengatakan itu membalas bbm ku dengan baik. Aku lantas berfikir makna gadis ini enggak judes, mungkin aja belum kenal maka terliat judes.

Setelah beberpa hari aku bbm’an dengan shintya aku beranikan diri untuk mengajaknya makan siang dan diapun gejala mau. Lalu aku menjemputnya ditempat ia bekerja lalu aku membentuk rumah makan sederhana. Sambil makan aku bertanya “apa gak ada yang marah niiih kalo kita makan gini”, “aaahh gak ada orang aku jomblo kok mas” jawab shintya. Dalam hati aku berkata ya aku ada kesempatan. Selang 20 menitan kami selesai makan Lalu saya mengantarnya kembali ketempatnya bekerja dan akupun kembali bekerja.

Baca Juga : Cerita Dewasa Kenalan Teman Di Tempat Tinggal Lama

Seminggu kemudian malam hari aku mengajaknya keluar untuk makan malam.aq mengajaknya disebuah cafe didaerahku. Aku bertekat untuk menyatakan perasaanku saat malam itu entah atau tidak. Disela-sela makan aku bercanda paskah kita sudah akrab lama. Obrolanpun aku juruskan menuju pernyataan cintaku bersih.Selesai makan sebelum sebelum aku mengatakan perasaanku dan diapun diam diam mendengarkan pernyataanku itu. Akupun berfikir “waaah aku pasti akan ditolak” dan ternyata tak sesuai dugaanku shintya pun menerima cintaku. Perasaanku sangat bahagia sekali.

Setelah shintya menerima cintaku akupun lantas mengantarnya pulang.Sesampainya tampak dirumahnya sangat sepi. Ternyata dia hanya tinggal berdua karena neneknya karena kedua orangtuanya berada diluar jawa untuk bekerja. Aku sampai dirumahnya sekitar jam 9 malam malam malam untuk berpintitan, tapi aku berkumpul untuk pulang ternyata shintya malah menahanku untuk tidak pulang dulu, dia meminta agar aku menemaninya karena ada nenek yang tidak ada drumah om nya tidak jauh dari tempat tinggal shintya.

“Timbulah pikiran kotorku siapa tau aku bias langsung menikmati tubuh shintya”. Akupun mengiyakan permintaan shintya dan menemaninya.Gurauan dan candaan pun menghiasi obrolan kita hingga2 tak sengaja tanganku Seksi payudaranya.Langsung candaan kita berhenti dan kita saling bertatap muka. Tanpa berpikir panjang aku langsung mendekatkan wajahku kewajah shintya dan tak kusangka bahwa dia hanya diam saja sea’ll memberikan tanda untuk aku segera menciumnya. Tak lama aku langsung mencium bibirnya, diapun membalas ciumanku dengan mesra. Lidahku mulai bergerilya dalam rongga mulutnya diapun, membalas lidahku. Kita saling menikmati ciuman tersebut.

Tak lama tanganku mulai demam dan diucapkan diam saja, aku meremas-remas payudranya yang kutaksir sekitar 36 itu. Kurasakan penisku mulai tegang. Ciumanku mulai sampai keleher shintya, aku sengaja buat terangsang. Sambil berciuman aku memasukan tanganku untuk masuk kedalam kaosnya, dan masuklah tanganku. Besar sekali rasa payudamily saat kupegang. Diapun mulai mendesis pelan. Aku makin bernafsu, kupegang sempurna dan kuarahkan kepenisku yang sudah sangat keras sekali. Dengan tanpa kusuruh tanganya pun mulai meremas penisku.

Setelah kurasa bisa dilakukan terangsang aku mulai membuka kaos yang dia kenakan dan bra merah yang dia pakai, aq menjilati putting susunya dia mulai merintih keenakan terus tanganku juga mulai masuk ke dalam celananya mengobok-ngobok memknya dengan jariku. Shintya kemudian membuka ulang penisku dan mengeluarkan penisku dari celana dan dengan ganasnya diapun langsung mengulum penisku. Aku merasakan nikmat sekali. Akupun lewatya menikmati penisku yang besar itu.

Setelah sekitar 5 menit shintya mengulum penisku, aku membuka dan masuk ke dalam tubuhku. Perlahan aku mulai memasukkan penisku ke memeknya “Bleeeeesssss” penisku masuk liang senggamanya. Aku memaju mundurkan pelan-pelan.

“Aaaaahhhhhh… .Aaaahhhhhh….” Desah shintya. Aku terus memompanya “Plooook… Ploook… Ploook…”. Aqcle wajah shintya dia sangat menikmatinya. Setelah beberapa menit aku tertarik dan menuntut dia diatasku, diapun menurutinya. Dia terus bergoyang di atas perannya. Tak lama dia bergoyang shintyajing lirih “Katakan… Saayyyaaank… Aku keluuuaaarr…” akhirnya dia orgasme untuk yang pertama.

Setelah aku merasa bosan dengan gaya itu lalu memintanya untuk nungging, kumasukkan lagi penisku yang keras itu kedalam memeknya dari belakang. Kusodok secara cepat (aku berfikir agar aku segera keluar sebelum nenknya pulang). Shintya merintih “Aaaahhhh… .Sayank..pelaan pelaaaan” tapi aku tidak mempedulikannya aku terus menyodoknya dari belakang secara cepat membingungkan suara “ploooook… plooook… plooook” sangat keras ..

Kurang lebih 10 menit aku menyodoknya dari belakang, aku merasakan badanku bergetar, aku bisa melayang sampai terasa di ubun-ubunku. Dan akhirnya “Crrooooottt… ..Crooottthhh… .Croootttttt…” tak terkira berapa kali aku menyemprot liang rahimnya dan aku membuka penisku tertancap di memeknya.Setelah itu kita saling berpakaian, kita membersihkan badan hanya dengan tisu yang ada dimeja tamu.

Setelah kita pakai aku melihat wajah shintya terdiam murung, aku bertanya.

“Kamu katakan sayank”
“kenapa dulu keluarkan di dalamnya, ada kalo aku hamil gimana” jawab shintya
“gak papa sayank, kn Cuma sekali, besok-besok nggak aku keluarkan lagi deh” jawabku meyakinkannya
“pokoknya kamu aku harus bertanggung jawab” cetus shintya
“iya sayank, aku jawab tanggung jawab kok” jawabku agar shintya merasa tenang
“janji ya” shintya meminta janji
“iya janji sayank” jawabku sambil mengecup keningnya.

Tak berapalama neneknya pulang diantar om nya, dan aku berjabat tangan sambil aku berpamitan untuk pulang. Dan setelah itu, aku dan shintya sering melakukan hubungan intim, baik dirumahku waktu rumahku sepi, baik dirumah shintya, kadang minggu berakhir kalau gak ada tempat kami juga kehotel untuk melampiaskan birahi lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here